Model Bisnis Web 2.0 - Budi Wiyono Corner

Ads Right Header

Buy template blogger

Model Bisnis Web 2.0

Bagaimana menghasilkan profit besar dan berkelanjutan dari Web 2.0? Jawabannya adalah dengan menarget klien korporat.
Building the Web 2.0 Enterprise: McKinsey Global Survey Results:

  • Some 21 percent of the respondents are very satisfied with the way their companies use Web 2.0 tools, which are changing management practices and even organizational structures.

  • Other companies report that the barriers to adopting Web 2.0 tools include management’s inability to grasp their potential financial returns, unresponsive corporate cultures, and less-than-enthusiastic leadership.

  • Companies have adopted more Web 2.0 tools this year than in 2007 and are using them for higher-value purposes, according to McKinsey’s second annual survey on the business use of Web 2.0 technologies.



Setiap orang bertanya-tanya kapan saatnya perangkat Web 2.0 seperti blog, social media, benar-benar bisa menghasilkan uang. Jangan-jangan fenomena dot.com di awal 2000-an akan terulang. Waktu itu semua orang percaya bahwa dotcom akan ‘booming’, namun sekarang terlihat hanya segelintir situs yang terus bertahan dan mampu mencetak laba, contohnya adalah amazon.com dan ebay.com.


Di seluruh dunia, tercatat ratusan perusahaan yang sukses membangun Web 2.0 mereka. Celakanya ribuan lainnya justru malah ‘keteteran’ dan gagal. Kesulitan utama yang dihadapi adalah meyakinkan orang untuk aktif dalam Web 2.0 pada tahap-tahap awal. Membangun embrio untuk kemudian dikembangkan menjadi basis pelanggan yang lebih besar sangat penting, karena orang cenderung akan bergabung ke dalam Web 2.0 yang sudah ramai. Ketika hambatan tersebut telah teratasi, masalah berikutnya
adalah bagaimana menggali profit dari Web 2.0 tersebut. Google mengubah tataran dunia online dengan pertama-tama menciptakan ‘lalu lintas’ atau traffic yang luar biasa ramai, lalu mencari model bisnis yang sesuai. Model bisnis Google terletak pada kecanggihan mekanisme
beriklan yang dimilikinya. Secara otomatis akan tercipta sinergi antara pelanggan yang membutuhkan informasi, perusahaan penyedia informasi (termasuk pemasang iklan), dan Google itu sendiri.

Kesuksesan Google belum bisa melenyapkan perasaan skeptis orang terhadap Web 2.0. Pasalnya situs social networking yakni Facebook, Friendster, My Space yang sudah memiliki basis pelanggan yang besar, sampai sekarang masih mencari model bisnis yang sesuai.

Namun, ada perusahaan-perusahaan pemula yang langsung
menghasilkan profit dari Web 2.0 yang mereka kembangkan. Mereka adalah perusahaan yang menyediakan aplikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Ini bukanlah tipikal bisnis Web 2.0, karena melayani perusahaan berarti membutuhkan banyak orang untuk merawatnya. Akan tetapi, mereka terus berkembang pesat, karena perusahaan berani membayar dengan harga tinggi (premium) lantaran mereka membutuhkan .

Source: Markplus&Co
Previous article
Next article

Belum ada Komentar

Ads Post 4

KONTAK KERJASAMA