Kewajiban Suami Istri dalam Islam - Budi Wiyono Corner

Ads Right Header

Buy template blogger

Kewajiban Suami Istri dalam Islam

[tweetmeme source=”budiwiyono” only_single=false]

Sebagai bahan referensi evaluasi dan tindakan tentang acuan hak dan kewajiban SUAMI ISTRI  dalam Islam.

Reference: buku “Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap” karangan H.A. Abdurrahman Ahmad.

HAK BERSAMA SUAMI ISTRI

  1. Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah. (Ar-Rum: 21)

  2. Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangannya. (An-Nisa’: 19 - Al-Hujuraat: 10)

  3. Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa’: 19)

  4. Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun Alaih)


SUAMI KEPADA ISTRI

  1. Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. (At-aubah: 24)

  2. Seorang istri bisa menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah clan Rasul-Nya. (At-Taghabun: 14)

  3. Hendaknya senantiasa berdo’a kepada Allah meminta istri yang sholehah. (AI-Furqan: 74)

  4. Diantara kewajiban suami terhadap istri, ialah: Membayar mahar, Memberi nafkah (makan, pakaian, tempat tinggal), Menggaulinya dengan baik, Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. (AI-Ghazali)

  5. Jika istri berbuat ‘Nusyuz’, maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan: (a) Memberi nasehat, (b) Pisah kamar, (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan. (An-Nisa’: 34) … ‘Nusyuz’ adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hal ketaatan kepada Allah.

  6. Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmudzi)

  7. Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya.(Ath-Thalaq: 7)

  8. Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi)

  9. Hendaklah jangan selalu mentaati istri dalam kehidupan rumah tangga. Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka. Dalam menyelisihi mereka, ada keberkahan. (Baihaqi, Umar bin Khattab ra., Hasan Bashri)

  10. Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. (Abu Ya’la)

  11. Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Dengan penuh kasih sayang, tanpa kasar dan zhalim. (An-Nisa’: 19)

  12. Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud).

  13. Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (AI-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih)

  14. Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan wanita (hukum-hukum haidh, istihadhah, dll.). (AI-Ghazali)

  15. Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa’: 3)

  16. Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasa’i)

  17. Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami), maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan, walaupun secara paksa. (AIGhazali)

  18. Jika suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada istrinya. (AI-Baqarah: ?40)


ISTRI KEPADA SUAMI

  1. Hendaknya istri menyadari clan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa’: 34)

  2. Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (Al-Baqarah: 228)

  3. Istri wajib mentaati suaminya selama bukan kemaksiatan. (An-Nisa’: 39)

  4. Diantara kewajiban istri terhadap suaminya, ialah: a. Menyerahkan dirinya, b. Mentaati suami, c. Tidak keluar rumah, kecuali dengan ijinnya, d. Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami, e. Menggauli suami dengan baik. (Al-Ghazali)

  5. Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya, walaupun sedang dalam kesibukan. (Nasa’ i, Muttafaqun Alaih)

  6. Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya. (Muslim)

  7. Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. (Tirmidzi)

  8. Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga. (Ibnu Majah, TIrmidzi)

  9. Kepentingan istri mentaati suaminya, telah disabdakan oleh Nabi saw.: “Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia, maka aku akan perintahkan istri bersujud kepada suaminya. .. (Timidzi)

  10. Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya. (Thabrani)

  11. Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami(Thabrani)

  12. Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah). (An-Nisa’: 34)

  13. Ada empat cobaan berat dalam pernikahan, yaitu: (1) Banyak anak (2) Sedikit harta (3) Tetangga yang buruk (4) lstri yang berkhianat. (Hasan Al-Bashri)

  14. Wanita Mukmin hanya dibolehkan berkabung atas kematian suaminya selama empat bulan sepuluh hari. (Muttafaqun Alaih)

  15. Wanita dan laki-laki mukmin, wajib menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya. (An-Nur: 30-31)


ISTRI SHOLEHAH

  1. Apabila seorang istri, menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramaddhan, memelihara kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya Allah SWT akan memasukkannya ke dalam surga. (Ibnu Hibban)

  2. Istri sholehah itu lebih sering berada di dalam rumahnya, dan sangat jarang ke luar rumah. (Al-Ahzab : 33)

  3. Istri sebaiknya melaksanakan shalat lima waktu di dalam rumahnya. Sehingga terjaga dari fitnah. Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih utama daripada shalat di masjid, dan shalatnya wanita di kamarnya lebih utama daripada shalat di dalam rumahnya. (lbnu Hibban)

  4. Hendaknya menjadikan istri-istri Rasulullah SAW sebagai tauladan utama.


Semoga bermanfaat...
Previous article
Next article

23 Komentar

much.azisj sma3-90 1.1, 212, 315..Balongan indramayu mengatakan...

Alhamdulillah makasih pencerahannya mas budi, paling tidak kita ada bekal dalam mengarungi hidup berumah tangga , yang tak seindah yang kita bayangkan dulu...!

Susi Erlinda mengatakan...

Alhamdulillah, Mas Budi saya mendapatkan banyak ilmu dari tulisan ini, mudah2an ini bisa saya jadikan lentera untuk memberikan yang terbaik kepada keluarga, terutama suami.

Harapan saya, kiranya Mas Budi dapat memberikan pandangan "Bagaimana mendidik anak yang baik, terutama bagi orang tua (Ayah dan Ibu) yang bekerja"

Makasih atas pencerahan ini, semoga jadi amal, amin..!

budiwiyono mengatakan...

@Susi Amien bu Susie... :)

siroj abu shofa mengatakan...

terimakasih, namun ada satu pertanyaan :
disebutkan dalam artikel ini, bahwa istri lebih baik sholat di dalam rumahnya/kamarnya. sementara ada hadits yang mengatakan sholat berjamaah lebih utama daripada sholat sendirian. dalam hal ini seyogyanya suami sholat berjamaah di dalam masjid, maka... bagaimana dengan seorang istri....? apakah ini berarti bagi seorang istri akan lebih baik sholat sendirian? karena seorang suami juga punya kewajiban untuk meramaikan masjid (sholat berjamaah di masjid). mohon penjelasanya. terimakasih

ipul mengatakan...

saya coba menjawab yang diatas.istri lebih baik sholat di kamar itu jika suami tidak ada dirumah,dan jika ada suami dirumah,maka istri diperbolehkan ikut berjamaah di masjid bersama suaminya.

ade fajar taufik mengatakan...

karena perintah itu datangnya dari Rassulullaah bagi saya tetapsaja " Shalat untuk Istri dirumah baik ada suami atau tidak, terkecuali shalat Ied !" karena yang ditakutkan adalah barang siapa yang tidak menuruti sunnahku maka dia bukan termasuk golonganku . Mungkin untuk lebih memperdalam sebaiknya mari kita sama2 mempelajari prilaku Istri2 Rasulullah .

Firman taufik saputra mengatakan...

askum...wah nasehatnya sangat berarti bagi keutuhan rumah tangga, dan saya harap bisa dibaca terutama bagi ibu-ibu yang sering ribet, apalagi di saat suaminya pas ndak ada uang/atau tanggal tua.thanks

santoso mengatakan...

Ass.Wr.Wb.
Alhamdulillah... bagus klipingnya dan InsyaAllah bermanfaat bagi pembacanya yang mau belajar.

ulfa mengatakan...

Subhanallah, sepertinya saya butuh banyak belajar ilmu yg seperti ini...
Makasih banyak artikelnya :D

vita mengatakan...

andai semua pasangan pasutri mengerti dan menjalani seperti itu, alangkah damainya dunia ini...

jack mengatakan...

saya rasa sangat bermanfaat sekali ilmu yang saya dapat dari sini, dan akan saya ambil sebagai bekal untuk membenahi keaadaan rumah tangga saya yang kebetulan hampir hancur.

deedith mengatakan...

Terimakasih ilmunya

mimi mengatakan...

boleh nayak g'?
begini gimana hukumnya istri yang meminta di setubuhi tapi tidak di penuhi oleh suami itu berlangsung beberapa hari, alasan sang suami hanya capek

noviar mengatakan...

mau tanya mslh kewajiban suami tentang memberi nafkah nih....
apakah ketika suami berusaha memberi nafkah tetapi blm juga mendapat nafkah pada hari itu apakah suami itu berdosa?
sehingga istri boleh beralasan utk tdk mau digauli krn sang suami blm bs mendapatkan nafkah pd hari itu.

Wisata Edukatif mengatakan...

Insya Allah keluarga akan mnjadi sakinah mawaddah warohmah,kalu masing2 menjalnkan hak dan kewajibannya

Neng Iis Thea mengatakan...

Mau tanya donk.....
Apakah hukumnya bila suami tidak pernah mengajak atau mengingatkan istri dan anak-anaknya untuk mengerjakan sholat.....? Apakah dia masih bisa dikatakan siami yang bertanggung jawab.........?????

Stevi mengatakan...

membaca ini, di line pertama tentan Istri dikatakan

1.Hendaknya istri menyadari clan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa’: 34)
2.Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (Al-Baqarah: 228)

hal ini benar2 sudah memperlihatkan kalau Allah itu tidak adil. pembedaan antar wanita dan laki-laki sangat jelas. sangat tidak adil. saya muslim, tetapi secara logika, membuat saya malas menjadi seorang muslim.
kenapa Allah begitu mendiskriminasi perempuan?

kemudian saya juga mau tanya, bagaimana bila istri meminta cerai karena suaminya kerap kali menghinanya, menyakiti hatinya, berbuat kasar? saya ingin melihat apakah ada keadilan dalam hal ini.

Hari Wibowo mengatakan...

Trm ksh,smg bermanfaat...

Muhammad bagus mengatakan...

ba Stevi> Mba tinggal datang saja ke pengadilan negri , karena di dalam Al Quran jika istri teraniyaya oleh suaminya maka istri berhak meminta cerai, kalo di Indonesia ba kan bisa langsung ke Pengadilan Agama agar semuannya jelas dan dapat di selesaikan secara baik2, insyaallah ada hikmahnya di balik ini semua.

Muhammad bagus mengatakan...

Neng lis thea> Sebagai suami dia sebaik2nya kepala rumah tangga yg seharusnya mengayomi istri dan anaknya, coba mba bisa beritahu suami mba agar berubah , setiap manusia tidak ada yg sempurna ba sama halnya dengan saya, intinnya suami akan di pertanyakan di hari akhir bagaimana kepemimpinannya di Dunia,
saya kasih saran mba nasehatin suami mba dengan lemah lembut, jika masih belum bisa dari diri emba lah yg mengajarkan anak-anak mba untuk sholat, puasa dan yg menyangkut tentang agama islam, insyaallah suami mba akan sadar dan ikut membantu mba ,

chi susanti mengatakan...

bermanfaat banget ini.

izin share ya ;-)

thanks

budiwiyono mengatakan...

@chisusanti Silakan :)

Sabung Ayam Online mengatakan...

Terima kasih, sangat bermanfaat, semoga bisa dijalankan, amiiiin

Ads Post 4

KONTAK KERJASAMA