Peluang industri pembiayaan luar biasa (Sharing bersama asosiasi perush pembiayaan ind pada Seminar Lintasarta: IT in Multifinance Industry) - Budi Wiyono Corner

Ads Right Header

Buy template blogger

Peluang industri pembiayaan luar biasa (Sharing bersama asosiasi perush pembiayaan ind pada Seminar Lintasarta: IT in Multifinance Industry)

Otomotif, 4 thn lagi double. Forecast menjadi 1 juta di 2015. Penetrasi ke pelosok juga menjadi key success factor. Motor akan lebih gila lagi growthnya. Jadi PR nya adalah perush Multifinance harus pintar memanage seleksi calon debitur dan harus bisa memanage ledakan jumlah nasabah. Bayangkan u/ mobil saja doubling only in 4 years. Diperlukan teknologi untuk bisa mengikuti ledakan pasar ini, termasuk kompetensi seleksi calon nasabah.

Berikut catatan saya dari seminar tsb.

Wow, peluang industri pembiayaan ruuar biasa. Industri yg tumbuh 25% setahun (sharing bersama asosiasi perush pembiayaan ind pada Seminar Lintasarta: IT in Multifinance Industry)

Jumlah mobil di Indonesia akhir 2009, 11 - 13 rb. Saat ini +3.000 hanya dalam 3 bulan saja. Tahun ini prospeknya sangat baik.
Overview bisnis pembiayaan industri otomotif sangat luar biasa, registrasi  583 mobil baru per bulan di Jakarta saja tahun lalu, 2500 motor per bulan. Saat ini menjadi 600 mobil dan 3000-3500 motor per bulan.

Jangan kaget motor akan jadi makin banyak. Industri yang tumbuh 25% setahun mengalahkan sektor lain.

Saran asosiasi:
Pembatasan agar bukan pembatasan kepemilikan mobil, disarankan yang diatur/dibatasi adalah penggunaan mobil sepeti aturan di jalan umum, aturan usia mobil, etc. Di Jepang jumlah mobil jauuuh lbh banyak tapi masih bisa manage masalah kemacetan.

Prospek ke depan:

  • Sektor rumahan juga prospek, pembangunan rumah yg main masih dikuasai perbankan.

  • Pembiayaan Syariah.

  • Otomotif, 4 thn lagi double! 1 juta di 2015.


Saran agar bisa kompetisi:

  • Perusahaan pembiayaan ICT nya harus kuat karena jumlah nasabah banyak, dan cabang juga makin banyak. Penetrasi motor sampai ke pelosok juga karena perusahaan pembiayaan.

  • Risk mgmt risk pembiayaan secara optimal

  • Sumber dana murah jangan tergantung dengan perbankan

  • Efisiensi operasional

  • Sistem informasi debitur u/ provide info cepat sesuai kebutuhan (saat ini masih jadi pekerjaan rumah). Sistem Informasi Debitur (SID) harus kuat. U/ cek histori bayar dan kemampuan bayar. Diluar negeri sudah adopt single identity, di BI masih berdasar nama ibu kandung.

  • Indonesia belum punya UU u/ perusahaan pembiayaan

  • Perpajakan: pemberlakuan pajak progresif kepemilikan kendaraan + uu ppn u transaksi sale and leaseback dan barang tarikan

  • Pendanaan

  • Jenis: diversifikasi penambahan layanan refinance, ukm dan gadai

  • ACFTA

Previous article
Next article

Belum ada Komentar

Ads Post 4

KONTAK KERJASAMA