Menilai tingkat pertumbuhan aset dengan Rumus 72 - Budi Wiyono Corner

Ads Right Header

Buy template blogger

Menilai tingkat pertumbuhan aset dengan Rumus 72

Jika kita memiliki aset, katakanlah aset berupa Ruko, tentu kita ingin tahu apakah Ruko anda merupakan aset yang Nilai nya bertumbuh dengan semestinya.

Tentu banyak yang bertanya-tanya, aset kita ini bertumbuh apa menyusut yah?

Jika kita punya dana kemudian dibelikan mobil kedua baru yang sering nganggur di garasi, umunya banyak dari kita yang bisa menilai/menebak dengan mudah bahwa mobil tsb nilainya semakin lama akan makin menyusut. Sangat mudah, semisal mobil kita beli dengan harga Rp.250 juta, tahun depan harga mobil meyusut 15% (semisal), tahun depannya lagi semisal menyusut lagi 15% lagi dst... Sangat kasat mata.

Lain halnya jika kita membeli properti Ruko diatas, semua juga tahu bahwa setiap tahun harganya naik. Akan tetapi apa patokan performansi pertumbuhan harga aset Ruko tsb? Lebih bagus mana jika dibandingkan dengan disimpan sbg Deposito di Bank misalnya?

Silakan gunakan Rumus 72 sbb, rumus ini untuk mengetahui kapan aset anda NAIK menjadi 2 KALI lipatnya. Rumus ini dari Bradley J. Sugars.
72 : suku bunga rata-rata = n

n adalah jumlah tahun properti anda NAIK menjadi dua kali lipatnya.

Sebagai contoh:

  • Harga Ruko = Rp. 500 juta.

  • Rata-rata Suku bunga = 12%

  • Nilai Ruko menjadi double = 72:12 = 6


Dengan tingkat suku bunga 12% maka patokan Nilai Ruko menjadi dua kalinya, yaitu menjadi Rp. 1 Milyar PADA tahun ke 6 setelah pembelian.

Angka 6 tahun tsb bisa menjadi patokan. Jika kita membeli Ruko bekas ternyata histori harganya naik double dalam waktu kurang dari 6 tahun, maka performansi kenaikan nilai aset tsb lebih bagus karena melebihi patokan 6 tahun.

Atau jika beli Ruko baru, silakan di evaluasi, jika dalam 6 tahun bisa melebihi dua kali saat beli ( > Rp. 1 Milyar) maka kenaikan asetnya bagus, karena melebihi patokan.

Bandingkan juga dengan jika disimpan sbg Deposito, apakah uang kita menjadi 2 kalinya setelah 6 tahun?

Lebih-lebih lagi jika memperhitungkan hasil sewa Ruko juga ;)

Semoga berguna. Monggo silakan dikomentari.
Previous article
Next article

5 Komentar

Emanuel Setio Dewo mengatakan...

Bener. Memang lebih baik inves di ruko ya? Selain kelak nilai jualnya bisa berlipat, juga bisa jadi usaha yg menghasilkan. Bisa buka mini market.

Salam

rodes mengatakan...

aku juga pengen sih..brp ya modal yg dibutuhkan..

Investasi Saham mengatakan...

rumus nya oke juga ya,bos. layak dicoba tuch. saya juga lagi belajar soal menghitung harga wajar dalam investasi properti nich...pembahasan yang menarik

Julius mengatakan...

Sepertinya kurang bijaksana kalau compare properti dengan bunga deposito,karena tidak apple to apple,keduanya memilii fungsi yang berbeda, deposito seperti kita ketahui tujuannya adalah buat dana jangka pendek, atau kalau didalam financial pllanning disebut sbg dana likuid/hot money, sedangkan properti bisa digunakan untuk jangka yg lebih panjang,uang yg digunakan juga biasa disebut uang dingin/cold money. misal kalau si pemilik properti butuh dana dan mau mencairkan propertinya, tentu tidak semudah mencairkan depositonya, jadi masing2 memiliki keunggulan & tujuannya.
Salam

budiwiyono mengatakan...

Tulisan saya spesifik ngomongin uang nganggur. Di sekitar saya banyak teman yang depositonya melebihi nilai ruko dan mengendap lebih dari 5 tahun, bahkan bisa 10 tahun. Sayang khan?

Ads Post 4

KONTAK KERJASAMA