Peluang Usaha & Strategi Investasi khusus untuk Pensiunan (1) - Budi Wiyono Corner

Ads Right Header

Buy template blogger

Peluang Usaha & Strategi Investasi khusus untuk Pensiunan (1)

Pada prinsipnya, profesional yang mengambil atau terkena program pensiun maupun pensiun dini, idealnya dipersiapkan terlebih dahulu. Tetapi kenyataan yang ada, umumnya kebanyakan belum sempat membekali diri / mempersiapkan diri untuk berpindah dari kuadran karyawan ke kuadran entrepreneur. Kebanyakan terkaget-kaget dn stress jika masuk ke dunia wirausaha.

Untuk itu, berhubung saya telah mendapatkan banyak ilmu dari para coach saya, untuk itu saya merasa perlu membagikan tips strategi usaha dan investasi yang cocok untuk para pensiunan.

Karekteristik Usaha

Karakteristik Usaha yang cocok untuk pensiunan menurut saya adalah:

  • sektor usaha yang resikonya terukur dan secara alamiah tahan terhadap siklus trend naik turun (artinya bukan komoditas yang harga di pasar bisa diombang ambingkan oleh bandar, contoh: bukan saham, komoditas CPO, termasuk emas yang dalam trend jangka pendek bisa naik turun, etc).

  • bukan bisnis spekulatif

  • mudah dioperasikan

  • value meningkat bahkan dalam keadaan didiamkan sekalipun

  • mengandung leverage/daya ungkit


Kenapa karakter usaha di atas perlu kita define di depan? Karena banyak sekali cerita-cerita pengalaman para pensiunan yang kecebur bisnis yang salah. Seperti cerita mantan pimpinan sebuah perusahaan Multi National Company yang pensiun kemudian terjun ke bisnis taxi. Seluruh pesangon di guyurkan, tetapi bisnis gagal karena bisnis tsb adalah bukan bisnis yang mudah dioperasikan. Perlu jam terbang dan skill yang spesifik. Sehingga beliau yang seharusnya menikmati "uang bekerja untuk kita", jadi terpaksa mencari kerja lagi sbg karyawan.

Juga cerita-cerita Pensiunan yang kehilangan hartanya setelah mengguyurkan pesangonnya pada bisnis yang spekulasi seperti bursa saham, bursa komoditas dan lain-lain.

Tentu ada yang comment, emangnya ada bisnis yang gampang? Jawabannya: Ada!

Pada artikel ini saya akan lempar satu ide strategi untuk Pensiunan.

Menurut saya, masa pensiun adalah masa yang memerlukan aktifitas yang mengarah pada kegiatan spiritual. Jadi bisnis yang "mulia" bisa menjadi faktor pendorong yang memotivasi.

Salah satu ide yang sesuai dengan paparan kriteria di atas adalah Bisnis Properti. Bisnis properti yang cocok untuk Pensiunan salah satunya adalah Bisnis / Kerjasama Bisnis Pengembang Perumahan (Property Developer). Bisnis ini berisi banyak sekali cabang peluang pembukaan lapangan kerja, mulai dari jasa tukang, mandor, arsitek, tukang listrik, dst dst, bahkan setelah perumahan jadi akan muncul usaha-usaha disekitarnya mulai dari warteg, rumah makan, fitness center, klinik, apotik, dst dst. Jadi setuju khan, jika kita sebut bisnis ini adalah bisnis yang mulia.

Demand Pasar

Juga, secara demand trend, menurut Riset Markplus, Urban Movement di Indonesia akan makin kuat. Bayangkan, pada akhir tahun 2010,  50% penduduk Indonesia adalah kaum Urban yang tinggal di perkotaan, bahkan tahun 2025 makin menguat menjadi +/- 68% penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan. Jelas khan, jika akan makin banyak saja kota satelit di kota-kota besar di Indonesia.

Tapi... emangnya menjadi Pengembang Properti itu gampang coy? Tenang... tenang, nanti akan saya jelaskan strateginya.

Mengingat:

  • Pensiunan memiliki dana pensiun / pesangon yang bisa di manfaatkan untuk Investasi yang aman

  • Pensiunan umumnya tidak memiliki skill strategi pemilihan lokasi perumahan


Sehingga menurut saya, sebaiknya Pensiunan bekerja sama dengan Pengembang Property.

Pembagian tugasnya simple sbb:

  1. Pengembang: bertugas mendesign produk rumah, mendevelop lahan, mendevelop rumah, dan menjual rumah sampai habis dengan menciptakan profit yang menarik

  2. Pensiunan: pensiunan dapat mengambil peran dalam mengakuisisi lahan yang prospektif. Dalam hal ini pensiunan mengambil peran sbg Pemilik Lahan. Jika dana terlalu kecil bisa bersama-sama dengan teman-temannya. Jika tidak tahu lahan yang bagus seperti apa bisa konsultasi dengan Pengembang. Jika tidak bisa menemukan Lahan yang bisa di akuisisi, bisa bekerjasama dengan Mediator Lahan, fee nya relatif murah dan sangat masuk akal.

  3. Investor: investor biasanya meminjamkan dananya untuk disertakan dalam pendanaan Pengembangan Perumahan. Investor memiliki keahlian dalam menilai project yang layak.


Nah, dari ketiga pemain di atas, posisi manakah yang paling aman? Posisi mana yang paling tidak beresiko? Jawabnya adalah posisi nomor 2. Yaitu Pemilik Lahan. Kenapa? Karena selama Lahan di develop, maka Lahan TETAP atas nama si Pemilik Lahan. Lahan hanya berpindah pemilik hanya jika sudah ada akad dengan pembeli rumah (buyer). Selama belum ada penjualan rumah, maka Lahan TETAP atas nama pemilik lahan.

Setiap ada rumah yang terjual, maka akan ada pemindahan kepemilikan dari pemilik Lahan ke Pembeli rumah, setelah sertifikat di split.

Sedangkan peran Developer dan Investor yang bisa saja dijalankan oleh satu badan usaha adalah dalam posisi yang paling beresiko. Kenapa? Karena Developer dan Investor tsb membangun Lahan dan Rumah di atas tanah milik pihak lain!

Bandingkan pada sisi pemilik Lahan, dalam kondisi apapun, lahan masih milik pemilik lahan dan tiap tahun harga tanah naik terusss...

Saran saya, mulailah menindaklanjuti Lahan yang hot deal, yang harganya bagus dengan prospek yang bagus untuk anda akuisisi. Jika Lahan terlalu luas, ajaklah teman-teman anda bersama-sama mengakuisisi Lahan dan split lah ke atas nama anda masing-masing. Jadi, anda masing-masing mengantongi Sertifikat Lahannya sendiri-sendiri. Juga secara bersama-sama telah mengakuisisi Lahan yang relatif luas dan prospektif.

Contoh:

Lahan 1 Hektar (=10.000 meter persegi), dengan harga lahan rp. 500rb/m2,maka harga lahan keseluruhan = 10.000 * 500 rb = rp. 5 M. Jika per orang hanya bisa invest 250 juta, maka bisa mengumpulkan  sebanyak 20 orang.

Setelah masing2 telah memegang sertifikat lahan seluas 500 m2, secara bersama bisa memulai bekerja sama dengan Property Developer.

Sebagai gambaran, jika Lahan 1 Hektar, perkiraan Laba adalah sebesar rp. 2 M. Jika para pensiunan sbg pemilik Lahan menerima Share Laba sebesar 30%, maka Laba yang diterima adalah sebesar rp. 0.6 M secara bersama sama.

Jadi yang diterima masing-masing Pensiunan sebagai pemilik lahan adalah:

  1. Menerima pencairan penjualan tanah, jika di jual setahun kemudian, asumsi harga tanah naik 20%, maka masing-masing Pensiunan akan menerima: 1.2* 500rb* 500 meter= rp. 300 juta

  2. Menerima Laba Pengembangan properti= rp. 0.6M/20 = rp. 30juta (penambahan penerimaan laba senilai 12% dari nilai tanah)


Case diatas hanyalah contoh, dalam contoh ini modal rp.250 juta -> menerima rp.330 juta, RoI 32% dalam satu tahun. Cukup duduk manis dan biarkan uang yang bekerja untuk anda!

Dalam dunia nyata, profit bisa saja lebih dari rp. 2 M per Hektar Lahan. Umumnya, proyek dengan lahan 1 - 2 hektar bisa selesai mulai di develop s/d terjual habis hanya perlu waktu 1 - 1.5 tahun.

Setelah anda menerima penjualan tanah + laba pengembangan rumah, silakan anda ulangi proses ini ke proyek proyek yang lain :)

Sementara saya rasa cukup, silakan comment jika ada yang perlu didiskusikan :)

Semoga sukses, selamat menjadi Land Lord dan selamat membangun :)

Notes:

Artikel ini saya dedikasikan umumnya untuk semua pensiunan, khususnya untuk rekan-rekan Indosat yang saat ini menjalani Program Pensiun Dini. Semoga sukses, kawan.

Berlangganan gratis Strategi Kebebasan Finansial melalui Properti

Ingin informasi lebih? Jangan khawatir, silakan berlangganan Gratis untuk mendapatkan informasi terkini berbagai strategi membangun kemakmuran melalui Property. Juga info terkini rekan-rekan yang telah berhasil menerapkannya.

Free Email Newsletter SignUp

Artikel Sejenis:
Previous article
Next article

17 Komentar

Pembiayaan Bisnis dengan Modal Ventura « budiwiyono.com | opinions, analysis, techniques, experiences and insights. mengatakan...

[...] Peluang Usaha & Strategi Investasi khusus untuk Pensiunan (1) [...]

Investasi Franchise: Mini Market Indomaret « budiwiyono.com | opinions, analysis, techniques, experiences and insights. mengatakan...

[...] Peluang Usaha & Strategi Investasi khusus untuk Pensiunan (1) [...]

rumah dijual mengatakan...

Nice info...:)

trilaksono mengatakan...

benar Pak, apalagi setelah saya nonton kisah sukses elang gumilang di metro tv, pengusaha muda di bidang property... orang tua jaman dl dikampung, investasinya dalam bentuk tanah yg dirupakan dlm wujud sawah... mgkn klo didaerah urban, sawahnya adalah perumahan :D

ricky mengatakan...

kalau sy ingin mulai usaha lagi kemana bs dapat bantuan modal lunak tanpa jaminan? Sy pernah buka kantin tp krn pakai uang renten maka habis total. Istri pny skill dan ijazah tingkat A3 nasional bidang kuliner(instruktur) dan berencana buka LPK masak. sy sdh coba semua cara dan no way-out, mohon saran dan bantuan bpk andri. Tambahan kami pasutri usia 53 dan 58 domisili bandung.

Travel Haji mengatakan...

Investasi yg tdk akan pernah rugi bhkan semakin lama semakin untung,meurut sya ya properti dan tanah

ferdi mengatakan...

saya ferdi, kami membuka kesempatan untuk membuka perumahan di tuban Jawa Timur, dekat ring road Pantura, Blok Pertamina, Semen Gresik dan Holcim, jika berminat bisa bertemu langsung dgn kami , tlpn saya 085649842128

kelly mengatakan...

bagus bgt niee infonya.. makasih yaa atas infonya...

Ferdy mengatakan...

Aaya ferdi, kami membuka kesempatan untuk membuka perumahan di tuban Jawa Timur, dekat ring road Pantura, Blok Pertamina, Semen Gresik dan Holcim, jika berminat bisa bertemu langsung dgn kami , tlpn saya 085649842128

andre mengatakan...

Peluang usaha menjanjikan
Semoga para pensiunan bisa mendapatkan solusi usaha yang akan dijalankan!

budiwiyono mengatakan...

@andre Amiin :)

Rahasia Sandiaga Uno Menjadi Orang Terkaya di Indonesia « budiwiyono.com | opinions, analysis, techniques, experiences and insights. mengatakan...

[...] Peluang Usaha & Strategi Investasi khusus untuk Pensiunan (1) [...]

suwarsono mengatakan...

saya pensiunan karyawan swasta, bagaimana caranya bisa mengembangkan usaha properti, sementara uang pesangon saya kecil, utk mengajak teman bergabung sangat sulit karena kita tidak mengerti tentang bisnis properti

Rudolf mengatakan...

Depeloper mana yg biasanya mau diajak kerja-sama sperti ini? Mohon infonya.
Saya ada lahan 1 hektar di sawangan,depok.

Apa kerja-sama ini pakai batas waktu? Contoh kerja-sama kita sepakati slama 3thn,jd stelah 3thn pihak depeloper tdk berhak lg atas tanah kita!

Danu Nugroho mengatakan...

Saya Danu Nugroho, saya ingin pensiun jadi orang miskin dan menggeluti dunia real investasi yang benar dan aman.

dwikasudrajat mengatakan...

Reblogged this on dwikasudrajat and commented:
Bisnis Properti untuk Pensiunan

Jual mesin es batu mengatakan...

Usaha es batu saja gan. Prosesnya simpel untungnya besar :)

Ads Post 4

KONTAK KERJASAMA