Pentingkah Bakat Genetik anak? (Parenting) - Budi Wiyono Corner

Ads Right Header

Buy template blogger

Pentingkah Bakat Genetik anak? (Parenting)

Prof Sarlito berpendapat ekstrim, bakat genetik anak tidak penting. Tetapi saya tetap menganggap bakat genetik adalah modal dasar yang sangat penting.

No Problemo at all. Menurut budiwiyono.com, pendapat Prof Sarlito ini sebagai pengingat keras kita bahwa kepribadian anak sangat sangat ditentukan oleh pengalaman yang di dapat dari lingkungan.

Jika anda sudah mengenali bakat lahir anak, maka JANGAN LUPA mendidiknya di keluarga, sekolah dan lingkungan, karena disitulah pembentukannya. Seorang anak dengan bakal genetiknya baru merupakan raw material/bahan baku, bahan baku tsb perlu di olah di pabrik yaitu lingkungan (lingkungan = keluarga, sekolah dan lingkungan luar).

Jadi saya setuju, percuma punya anak berbakat jika tidak kita realisasikan dengan pembinaan & pendidikan. Apalagi menurut aliran yang dianut Prof Sarlito, bahwa kepribadian anak sepenuhnya ditentukan oleh pengalaman yang diperoleh dari lingkungan.

Terjemahan bebasnya adalah anak bisa dibentuk jadi apa saja!

Budiwiyono.com menambahi: anak bisa kita bentuk jadi apapun walaupun bakat genetik tidak mendukung! Akan tetapi akan lebih efektif, mudah dan cepat jika ada bakat genetiknya mendukung.

Berikut pendapat Prof Sarlito via @vinitokids:
Sy tdk pernah sarankan utk ikut psikotes kalau hanya utk ingin tahu. Buang2 duit. Tapi lbh sia2 lg kl buang duit utk tes SidikJari -Sarlito
Karena itu, untuk memeriksa itu diperlukan proses yang panjang (metode psikodiagnostik,assessment) dan duit yang lumayan banyak - Sarlito
Teori yang berlaku sekarang adalah bahwa kepribadian ditentukan pengalaman yang diperoleh dari lingkungan - Sarlito
Pandangan bahwa kepribadian ditentukan oleh faktor bawaan (nativisme) sudah lama ditinggalkan psikologi - Sarlito cc @diahyusuf @annasahmad
Tdk bs diverifikasi bgmn hubungannya antara sidikjari( bawaan) dan sifat, minat, perilaku, apalagi karier - Sarlito @diahyusuf @annasahmad
Tes SidikJari diragukan ketepatannya http://bit.ly/ipQbm8

Bagaimana menurut pendapat anda?
Previous article
Next article

18 Komentar

Gold-G epilepsi mengatakan...

Makasih atas infonya yang sangat aku cari. Disekolah anakku ada penawaran untuk tes sidik jari buat anak TK, tapi gak wajib sich, jujur aku ragu apa iya hasilnya bisa akurat, tapi penasaran, dan setelah baca postingan diatas saya jadi tidak ragu untuk menolak penawaran itu, selain kurang percaya dengan hasilnya bayarnya juga ternyata cukup mahal... :)
sekali lagi terima kasih infonya...

budiwiyono mengatakan...

@zie.drian Saya sich percaya dengan SidikJari, dan banyak yang cocok dgn anak saya. Sbg gambaran menurut sidik jari, anak pertama saya intrapersonalnya bagus. Agak otak kiri. Ternyata faktanya benar, dia suka sekali kumon. Dibilang juga sbg suka dengan lingkungan kompetisi dan ternyata benar adanya juga. Anak saya suka sekali ikut lomba. Dia juga juara kelas.
Sedang anak kedua dibilang interpersonalnya yang bagus, ternyata sesuai.

Bisa jadi tidak akurat 100%, tapi bagi saya sudah sangat membantu. Memang kita tidak perlu mempercayai 100%, tapi bagi saya, untuk ukuran guidance yg berlaku seumur hidup bagi saya terhitung murah untuk panduan membina dan mendidik anak, focus on their strength.

rumah dijual mengatakan...

wah bagus juga tw infonya,,

Budidaya Lele mengatakan...

Kalau tes sidik jari saya belum pernah dengar tapi kalau tes kepribadian untuk anak di SMA atau para karyawan saya pernah lakukan di teskepribadian.net. Tes ini juga digunakan untuk tes masuk karyawan oleh perusahaan2 tOP 100 di US seperti Microsoft, Citibank dan perusahaan2 besar lainnya karen tes ini memang sudah mulai dikembangkan bahkan sebelum Perang Dunia 2.

Eggy mengatakan...

Pendapat orang memang berbeda2, Mungkin pendapat dia itu memang Benar Semua, tapi pendapat orang lain tidak.. Seperti itu kali' yah ?? hehe Salam mas Budi.. Nice Post ^_^

coekma mengatakan...

dan jangan lupa asupan yang bergizi, biar bakat lebih terasah karena otak juga butuh gizi.. kepribadian pun juga mudah dibentuk pada anak apabila makanannya bergizi, karena kalau makannya ga gizi maka mikirnya lola, hahaha...

duta bangsa group mengatakan...

aku sangat sependapat, memang benar karakter anak terbentuk dari 2 faktor : genetik dan lingkungan, namun demikian kadang peran lingkungan sangat mempengaruhi pembentukan karakter anak, maka dalam hal ini memilih linkungan yang tepat menjadi hal yang harus di perhitungkan

suryana88 mengatakan...

memang bakat yang dikombinasikan dengan didikan yang baik akan menghasilkan hasil yang baik.

Outbound mengatakan...

Orang tua yang sehat aja belum tentu bisa melahirkan anak yang sehat. Apalagi mengharapkan sikap dan perilaku yang sama dengan orang tuanya.

Emanuel Setio Dewo mengatakan...

Kayaknya sih genetik tetap mempengaruhi perkembangan & pertumbuhan anak.

n3ki mengatakan...

Menurut saya..test2 tersebut bisa membantu kita menangani tipe anak2 yang sangat bervariasi. Tapi untuk genetik masih tetap punya pengaruh...tapi entah berapa persennya...

Eggy mengatakan...

Hmmmm gimana yah ?? masih bingung.. o_O

vira mengatakan...

hii salam kenal iya dari vira .. :)
jangan lupa mapir keweb vira iya di http://www.rumahkiat.com/ vira mau berbagi pengalaman nih.:)
wah bagus juga iya blog ka2 ... ^_^ good luck iya.....

kak zepe, lagu2anak.blogspot.com mengatakan...

Salam kenal..
Nama saya Kak Zepe,..Saya penulis lagu anak..
Juga penulis artikel2 parenting, dan pendidikan kreatif.
Semua karya saya ada di http://LAGU2ANAK.BLOGSPOT.COM
Mari bertukar link…

Dicky mengatakan...

Makasih ya gan atas infonya

Aliyah mengatakan...

Mari mendidik anak

Doni Punya Blog mengatakan...

Nice info mas,,saya coba praktekkan ke ponakn dulu,hee
Kunjungi juga yah Web Flash saia Flash Tiger

andipandora mengatakan...

salam kenal aja boz..info yang menarik

Ads Post 4

KONTAK KERJASAMA