Sejarah Kerajaan terbesar di Dunia, Mongol, Majapahit dan Film-film nya - Budi Wiyono Corner

Ads Right Header

Buy template blogger

Sejarah Kerajaan terbesar di Dunia, Mongol, Majapahit dan Film-film nya

Belakangan ini saya gemar menonton film sejarah atau semi sejarah tentang kerajaan-kerajaan terbesar di Dunia.

Jaman Ancient Empire sebelum Masehi

Mulai jaman kerajaan-kerajaan kuno, ribuan s/d ratusan tahun sebelum Masehi, masa sebelum kejayaan Romawi seperti,

Kerajaan Mesir Kuno, jaman Firaun adalah 3000 SM,  ditaklukkan Romawi Kuno pada abad 31 SM

Kerajaan Persia tahun 3200 SM

Kerajaan Yunani Kuno:

  • Kerajaan Sparta dan Athena (abad 9-6 SM)

  • Kerajaan Macedonia /Alexander Agung (356 -323 SM)

Kerajaan Romawi Kuno berdiri, 753 SM

Bayangkan pada Jaman Ancient Empire ini bangsa Barat selain Romawi seperti  Inggris, Perancis dan Jerman masih tidur di atas pohon, masih barbar, bro... hehe.



Film-Film Jaman Ancient Empire

Mulai Era jaman Mesir Kuno s/d Jaman Kejayaan Romawi, film film yang diproduksi adalah film film tentang Kerajaan Yunani dan Romawi. Film Kerajaan besar yang lebih duluan "modern", seperti Mesir dan Persia jarang dimunculkan sebagai peran utama. Film yang ada adalah penaklukannya saja (baik oleh Romawi maupun Macedonia/Alexander Agung).

Era setelah Masehi

Mulai muncul Jaman Kejayaan Kerajaan Islam mulai 600 M pada jaman Nabi Muhammad, kemudian paska Nabi Muhammad, KeKhalifahan Umayyah, KeKhalifahan Rashidun, Abbasid dst. Pada jamannya, secara wilayah, Kerajaan Islam hanya kalah dengan wilayah Mongol Empire.

Mulai muncul Kerajaan seperti Inggris dan Perancis dari daerah bekas pendudukan Romawi, Kerajaan Spanyol, Kerajaan Rusia, dll.

Mongol Empire mulai muncul tahun 1280-an M. Nah, Mongol adalah bangsa barbar yang menyapu bersih banyak kerajaan, termasuk membantai Kerajaan Islam yang sedang maju majunya secara ekonomi, keilmuan dan kebudayaan.

Mongol saat itu sudah memasuki Eropa dan baru memulai ekspedisi penaklukan, ternyata kemudian dihentikan karena adanya pergantian Khan. Jika tidak, seluruh Eropa sudah bisa dipastikan disapu bersih oleh Mongol.

Seperti ini Mongol dalam berperang, pada jamannya secara manajemen, teknik dan skill memang lebih canggih, sehingga bisa menaklukkan hampir semua musuhnya. Seperti video ini gambarannya:

http://www.youtube.com/watch?v=FEIC0IYZSng

Jaman kegelapan Bangsa Barat

Sebagai gambaran, pada Kerajaan di Inggris, baik jamannya Anglo Saxon (bangsa jerman yang menduduki Inggris) dan jamannya Vikings yang menduduki Inggris (raja raja Inggris sekarang adalah keturunan Vikings), masa itu adalah masa kemunduran peradaban Barat. Bayangkan mereka sebagai bekas pendudukan Penjajahan Kerajaan Romawi, ilmu nya malah mundur, kalah di bandingkan jaman Romawi Kuno sebelumnya (Romawi Kuno sudah ada sejak ratusan tahun sebelum masehi lho). Bangsa Barat baru bangkit kembali setelah paska Perang Salib, maju pesat sampai Era sekarang ini. Masa kemajuan Islam lah yang mencerahkan jaman kegelapan Bangsa Barat.

Era setelah Mongol

Setelah Mongol terpecah dan melebur menjadi bangsa setempat dan agama setempat, muncul Kerajaan Kecil dan Besar seperti Dinasti-Dinasti besar di China, seperti Yuan 1300an M.

Muncul Negara Islam Besar seperti Ottoman Empire, Rusia, Spanyol, sampai Jerman, Perancis dan Inggris (Ingat, pada Jaman Romawi Kuno Bangsa Barat selain Romawi seperti Inggris, Jerman, Perancis masih barbar dan tidur di pohon, hehe).

Ref: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_largest_empires

Film Film nya

Film-film yang mendominasi adalah banyak film film tentang Empire dari Barat, sedikit Film Mongol Empire dan sangat sedikit Film Islam Empire.

Bagaimana Dengan Indonesia?

Bagaimana dengan Indonesia? Jarang yang tahu bahwa, walaupun Kerajaan Majapahit ukurannya 40% Kerajaan Romawi, tapi punya sejarah yang fenomenal.

Apakah itu? Pendiri Majapahit, Raden Wijaya berhasil mengagalkan Ekspedisi Mongol ke Nusantara!! Ya!, Mongol kalah perang di Nusantara!!!

Sejarah mencatat, Mongol Empire jika menaklukkan kerajaan jajahan, tidak ada segelintir jiwa yang di sisa kan tetap hidup... hanya lalat berterbangan saja yang tersisa. Silakan cek bagaimana Mongol menghabisi negara tahlukan-nya.

Kublai Khan, saat itu masa memimpin Kejayaan Mongol, bekerja sama dengan besan nya dari Kerajaan Korea, menyiapkan ekspedisi Kapal yang jumlah raksasa yaitu 1000 kapal, sampai membutuhkan waktu persiapan s/d 3 tahun! Dengan Pasukan yang jumlah nya 20 ribu s/d 30 ribu pasukan (setara dengan 25% Pasukan Sultan Mehmed II menaklukkan Constantinople tapi dengan jumlah kapal 3 x nya ! http://en.wikipedia.org/wiki/Mehmed_the_Conqueror). Pada tahun 1293 mulai Invasi dan sejarah mencatat Mongol gagal menjajah Nusantara!

Ref: http://id.wikipedia.org/wiki/Serbuan_Yuan-Mongol_ke_Jawa

Nah, apakah Bangsa Indonesia adalah bangsa yang cemen? Wake up man, Raden Wijaya berhasil memukul mundur puluhan ribu pasukan Mongol! Mongol saat itu penguasa dunia yang paling ditakuti oleh semua bangsa di muka bumi ini. Mongol Empire ukurannya adalah LIMA KALI nya Romawi !!!

Kublai Khan pada akhirnya sampai marah besar dan menghukum 2 Jenderal Mongol yang kalah perang dengan jumlah korban yang lebih banyak. Sejarah mencatat, ekspedisi Mongol ke Nusantara ini adalah ekspedisi terakhir era Kublai Khan.

Dalam sejarah, Mongol hanya gagal menaklukkan Vietnam, Mamluks, Nusantara (Singosari & Majapahit) dan Jepang. Saat itu Ekspedisi ke Jepang gagal masuk ke Jepang karena cuaca buruk.

Bangsa Indonesia bukan bangsa cemen. Belanda perlu waktu 350 tahun untuk menaklukkan Nusantara.

Selain itu, jangan heran jika Bung Tomo tidak gentar melawan pasukan dari 2 Divisi paling mengerikan Inggris (yaitu Divisi 5 yang berpengalaman melawan Pasukan Rommel dari Jerman dan Divisi 23 yang berpengalaman melawan Jepang). Inggris yang notabene tidak pernah kehilangan Jenderalnya pada perang Dunia, di Surabaya mereka harus kehilangan lebih dari satu Jenderal.

Kenapa Mongol kalah perang di Nusantara tidak dibikin jadi Film? Film ini layak untuk dijadikan Film kelas Dunia!

Anda setuju? Monggo silakan comment.
Previous article
Next article

29 Komentar

Hensu jaya mengatakan...

Bud, bikin dulu ceritanya yuk kayak cerbung. Mari kolaborasi

budiwiyono mengatakan...

Siyaaappp! Ayuk Ayuk, Henry :)

arif keanu mengatakan...

emang kebanyakan film diadaptasi dari hal nyata, termasuk film ini, zaman dahulu kerajaan mongolia melakukan ekspansi/ perluasan wilayah kekuasan dari asia selatan sampai asia timur, memang raja mongol yang sangat ditakuti saat itu yaitu Jengis khan, Raja ini terkenal kejam dan bengis, Raja ini tidak segan-segan dalam menaklukkan wilayah dengan menghabisi musuh-musuhnya, meluluhlantakkan wilayah lawan, tp belajar dari sejarah kerajaan masa lampau memang sangat menarik dengan berbagai kultur budaya, latar belakang sosial masyarakat saat itu, termasuk strategi perang, jalur lintas perdangangan saat itu, nice posting gan , ditunggu kunjungan balik ke blog saya , salam kenal

nurfahmibp mengatakan...

Setuju banget, Mas Bud! Nusantara kita kaya akan sejarah. Pasti menarik jika dilayarlebarkan :)

zaskia mengatakan...

wuah,seru nih filmya..sya suka flim2 begituan..
thanks sob atas postingannya..

fabs mengatakan...

saya setuju bro. tp film nya udh ada loh. cm nilai aja sm masbro.! Tutur tinular.

pangestu mengatakan...

Ane pernah baca artikel di sebuah blog, penyebab berhentinya serangan Kubilai Khan karena memang Kubilai Khan tewas ditangan Raden Wijaya. Cuma sejarahnya sepertinya tidak dicatat. Silahkan cari di Web Jakarta Greater.
Nice Post Gan silahkan dilanjut karyanya yang lain.

Ahmed Tsar mengatakan...

Cerita-cerita kolosal sejarah Indonesia sebernarnya sudah banyak dituangkan dalam novel-novel tapi sayang memang belum ada yang berani mengeksekusi menjadi film, hanya jadinya sinetron nggak jelas gitu...Salam

yopi s mengatakan...

Setuju banget pasti seru.asalkan bikinnya jangan setengah-setengah..semoga sukses........

prasetyo89 mengatakan...

Y baru ini sy ktemu crita sama kyak kakek saya brcerita...untuk tambaha n..salah satu pimpinan mongol kala itu,mningal sbelum ikut perang dengan kepala hilang....!!kepala salah satu pimpinan mongol tersebut sudah ada d krjaan majapahit....

mj mengatakan...

Indoneaia gak berani sob bikin film kolosal. coz budgetnya bisa dibilang wowo. Dan butuh sutradara berkelas internasioanal biar alur ceritanya gak abal2

raziel mengatakan...

setuju, pemeran raden wijayanya iko uwais, jadi ada silat lawan kungfu

archie mengatakan...

orang mongol terkenal postur badannya yg tinggi besar.
saya pernah baca cerita tentang pasukan mongol yg akhirnya menetap di jawa. sampe digosipkan gajah mada ada keturunan mongol segala karena posturnya dan matanya yg sipit dalam patung2nya.

plus perhatikan postur orang jawa timur, banyak yg tinggi besar

mungkin jg cm kebetulan :D
lha wong kabar burung hehe

idham mengatakan...

udah pada tahu belum film buatan amikom yogyakarta, battle of surabaya yang tayang 20 agustus di bioskop

Muhamad Riyan Herdiawan mengatakan...

Good like Indonesia Nusantara Majapahit Is The Best. Lanjutkan Bravo Indonesia.

putra bangsA mengatakan...

Stuju gan biar semua tau bangsa indonesia bukan bangsa yg lemah. Tetapi bangsa yang pintar,kuat,pemberani. Sampao spai kerajaan monggol aja kalah apa lagi romawi

parikesit mengatakan...

Indonesia semakin jauh dari dunia perfilman karena tidak mampu memproduksi film film yang bermutu. Menurut saya salah satu kelemahan film Indonesia adalah dalam hal dialog. Dialog dialognya terlalu fulgar (maaf mirip Ludruk atau Lenong) sehinga sebagai karya seni sangat jauh dari keharusan sebuah karya seni.
Film karya Multatuli " Maxhavellar" yang dibuat oleh kalau tidak salah dibuat 3 negara Belanda, Belgia dan Perancis yang menceritakan tentang seorang Bupati di Jawa Barat, dicekal selama 12 tahun oleh pemerintah Indonesia karena dianggap menjelekkan seorang demang yang suka mengutip hasil pertanian dari rakyat tani yang miskin. Hasil kutipan itu dikumpulkan dan diserahkan sebagai "asok glondong pangareng areng" kepada Bupati sebagai bukti ketaatan seorang bawahan. Padahal kisah ini merupakan kenyataan yang mungkin masih berlangsung sampai sekarang sekalipun bentuknya lain. Saya kira kalo film ini diputar kembali di bioskop maupun TV tetap diminati penonton teutama yang sudah membaca bukunya.
Jika dibandingkan dengan film2 India, kita ketinggalan jauh
Lihat saja film PK produksi 2004 merupakan film India terlaris sepanjang masa dinegaranya dengan meraup keuntungan sebesar 100 juta dollar Amerika, dijajaran film film dunia, PK menduduki posisi no.60.
Jika Indonesia ingin maju dalam perfilman tidak salah kalo menjalin kerja sama dengan negara luar baik Eropa maupun Amerika.
Film juga bisa memberi peluang besar dalam membuka lapangan kerja
seperti film Dawn Of The Planet Of The Planet telah memberi pekerjaan kepada 15.000 orang !!

smartganteng mengatakan...

Udh ada filmnya, cmn msh lokal, yaitu tutur tinular

mrdarcy mengatakan...

setuju gan!berminat jadi sutradaranya??hehe

Aliyah mengatakan...

Setuju banget. Supaya generasi muda kita mengetahui dan bisa mencontoh nenek moyangnya, mereka adalah orang orang yang punya harga diri dan senantiasa siap mempertahankan bumi pertiwi dari penjajahan. Apalagi sekarang penjajah dalam wujud yang berbeda masih bebas berkeliaran di bumi nusantara tercinta.

Rudy kurniawan mengatakan...

Tulisan sejarah yg bagus gan..
Ijin..info investasi lahan keluarga di San Diego Hills memorial Park bebas biaya perawatan dan kebersihan selamanya.

Fammi Farendra mengatakan...

"Belanda perlu waktu 350 tahun untuk menaklukkan Nusantara."

Kayaknya perlu di edit nih, Belanda sampai 350 tahun tidak berhasil menaklukkan nusantara

galihangga mengatakan...

kalau mau dibuat film kronologi ceritanya ada di google,
kurang lebih ceritanya kalah strategi, pasukan mongol di adu perang dengan kediri tapi tetap dibantu majapahit setelah menang pasukan mongol pesta, mabuk dengan harta rampasan tanpa disangka ketika sudah terlena di serang oleh pasukan majapahit.

digubah di edit dikirimkan ke paramount picture atau disney pokokny yg sering buat film gituan, kyaknya keren nanti filmnya, haha
trus terlihat besarnya pasukan mongol diperlihatkan dengan efek seperti pirates of carribean, kearifan lokal orang jawa, kecerdasan raden wijaya sebagai tokoh utama, kerjasama mereka, keangkuhan jayakatwang/kediri, keasombongan mongol setelah perang hingga dipukul mundur oleh majapahit.
kalau produksi lokal y gitu2 aja filmnya, kalau lokal mungkin dikirim ke yg buat film the reid. hhee

Hasrullah mengatakan...

Artikel yang bagus, sangat bermanfaat dalam mengetahui sejarah kerajaan Majapahit. Film nya juga bagus :)

anak nuasantara mengatakan...

setuju bgt brow.. apa lagi kalau filmnya di bwt serius dgn modal yg besar, tdk mustahil akn menjadi film bertaraf international sprt the raid bahkn bs jd lebih suksek dr itu.

Shukra Charya mengatakan...

KAPAN BANGSA KITA BISA BIKIN FILM TTG KEBESARAN NUSANTARA SPT BANGSA BARAT DAN CHINA BIKIN FILM

Ismail Mappirola mengatakan...

itu sngat prlu krn mngkin dgn film ini derajat dan martabat bangsa kt lbih jlas dan tambah d segangi oleh bangsa2 lain.manusia d dunia ini trkadang cueq dgn hal sperti ini tapi sy ykin klu film ini di buat smnangat kt sbgai wrga negara Indonesia smakin kuat dan mnyatu.disisi lain mngkin film ini akan menjadi film yg akn mnjadi film dng jumlah pnonton trbanyak d indonesia walaupun tdk msuk box office.film ini jg akan mnjadi film unk generasi muda kt sbab akhir2 ini generasi muda kt sngat mmprihatinkan.klu prlu film ini d biayai oleh Negara krna akan mngankat harkat dan martabat bngsa kt dan sy ykin insya Allah sylah orng yg prtama nnton film ini.

fierto mengatakan...

A greatest empire in world.....,pride is the price.

decus rustandi mengatakan...

tk ada dananya.
plus sejarah kerajaan di nusantara kurang jelas sejarahnya.
misal majapahit yg menguasai seluruh nusantara, tpi tidak ada bukti yg kuat.

Ads Post 4

KONTAK KERJASAMA